Tasawuf dan Sikap Umat Muslim Dalam Menghadapi Pandemic Covid 19

Pada zaman sekarang ini umat manusia sedang menghadapi masalah global yaitu virus corona atau dikenal dengan sebutan covid-19. Virus ini menyebar hampir di seluruh belahan dunia.kasus covid-19 semakin bertambah setiap harinya. Hal ini membuktikan bahwa penyebaran kasus covid-19 cukup cepat. Untuk menghadapi penyebaran covid-19 ini manusia perlu menerapkan pola hidup sehat,rajin berolahraga,makan makanan bergizi,rajin cuci tangan,menggunakan masker,serta menghindari kerumunan dan kontak fisik dengan siapapun.

Sikap seorang muslim dalam menghadapi covid-19 ini tidak cukup jika hanya melakukan pola hidup sehat rajin berolahraga,makan makanan bergizi,rajin cuci tangan,menggunakan masker,serta menghindari kerumunan dan kontak fisik dengan siapapun. Namun mendekatkan diri dengan Allah swt juga sangat perlu,karena di dunia ini tidak ada yang lepas dari kehendak Allah swt. Covid-19 ini merupakan ujian bagi seluruh umat di muka bumi.

Dalam tasawuf ,covid-19 ini merupakan bencana karena menyebabkan ketakutan (al-khauf) dan merupakan ujian dari Allah swt. Sebagai umat muslim bersabar ikhtiar dan tawakal perlu dilakukan dalam menghadapi pandemi covid-19 ini . Virus covid-19 ini mengingatkan bahwa kematian dapat terjadi kapan saja tanpa memandang siapapun. Meskipun kematian ada di tangan tuhan dan kematian itu pasti terjadi umat muslim tidak boleh pasrah dengan keadaan. Namun juga harus tetap berikhtiar dalam menjaga kesehatan dalam pandemic covid 19 ini.

Sebagai umat muslim,kita harus menghadapi covid 19 ini dengan ikhtiar doa dan mahabbah diri kepada Allah swt. Dengan adanya covid 19 ini dapat dijadikan pemantik untuk lebih meningkatkan keimanan dan kecintaan terhadap Allah swt. Menurut ajaran tasawuf, kita diharuskan untuk mensucikan diri secara lahiriah untuk menghadapi pandemic covid 19 dengan cara berwudhu. Selain dengan lahiriah,mensucikan diri secara batiniah dari penyakit batin juga perlu. Mesucikan diri bertujuan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kita dituntut untuk selalu berprasangka baik kepada Allah bahwa pandemic covid-19 ini segera berakhir. Mungkin dengan adanya pandemic covid-19 ini merupakan rencana Allah agar kita lebih mendekatkan diri kepadanya.

Dalam menghadapi pandemic ini umat manusia dianjurkan untuk tetap di rumah saja atau social distancing. Dalam tasawuf hal ini dikenal dengan sebutan uzlah (mengasingkan diri) dan khalwat (menyendiri) yang bertujuan untuk bertafakur kepada Allah swt. Di tengah pandemic covid-19 ini uzalah dan khalwat dapat diartikan sebagai menjauhkan diri dari kerumunan yang dapat membahayakan nyawa.

Sikap ini perlu dilakukan umat manusia sebagai jihad melawan virus covid-19.  Dengan cara uzlah dan khalwat diharapkan mampu memutus rantai penyebaran covid-19. Selain cara itu tak lupa juga berdoa dan muhasabah diri sangat perlu dilakukan agar kita lebih mendekatkan diri kepada Allah. Kita juga harus mematuhi aturan pemerintah dan para ulama dalam menghadapi pandemic covid-19 ini. Semua ini memang kehendak Allah SWT. Sehat,sakit,musibah,kematian juga ketentuan Allah. Namun, sebagai manusia kita juga harus tetap berikhtiar dan berdoa kepada Allah untuk meminta pertolongan dan keselamatan.

Meskipun ada pembatasan kontak fisik atau social distancing,diharapkan rasa empati dan simpati umat manusia semakin erat. Secara fisik meemang terbatas namun ikatan batin harus semakin erat. Sesama manusia kita harus saling melindungi dan mematuhi anjuran pemerintah. Agar virus covid-19 ini tidak menyebar lagi sehingga kita umat manusia dapat kembali hidup normal seperti sedia kala.

Wahyu Nur Hidayanti

Mahasiswa Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: