Peran Ahlak dan Tasawuf Ditengah Pandemi Covid 19

Akhir-akhir ini dunia mulai diguncang oleh satu masalah besar yaitu munculnya satu virus yang  dikenal dengan covid 19. Dalam istilah covid 19 memiliki makna yaitu virus yang pertama kali muncul di tahun 2019, maka dari itu virus ini dinamakan covid 19. Virus ini menyebar luas di seluruh plosok dunia termasuk Indonesia. Penyebaran covid 19 semangkin meningkat secara signifikan  sejak awal bulan maret lalu. Diketahui bahwa penyebab virus ini berasal dari kota Wuhan China. Virus ini  kemudian menular antar manusia melalui droplet ( jenis penularan penyakit melalui titik ludah ketika berbicara) yang dihasilkan ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Covid 19 semangkin meluas penyebarannya sehingga masyarakat mengurangi kegiatan diluar termasuk juga untuk beribadah. Kegiatan beribadah dilakukan dirumah guna mencegah kontak langsung dengan masyarakat lainnya. Begitu juga dengan aktivitas lainya, masyarakat pada umumnya menghabiskan waktu  dirumah untuk memainkan media sosial. Seperti yang sudah diketahui bahwa youtube mengalami peningkatan yang signifikan selama terjadinya pandemi covid 19 dimana 41% pengguna youtube melalukan pencarian berita terkait perkembangan virus corona (covid 19). Selain itu covid 19 menimbulkan dampak pada perekonomian masyarakat di Indonesia sehingga menyebabkan kurs dollar terhadap rupiah malambung tinggi 14,740.00 hingga 16,000.00 rupiah saat ini.

Hal ini sangat merugikan bagi kalangan pebisnis, banyak lini bisnis yang rugi. salah satu contohnya bidang pariwisata. Dikutip dari tirto.id bahwa ketua paguyuban pengusaha pariwisata Prawirotaman, Rina Indarti mengatakan wabah corona perpengaruh bagi pengusaha hotel, travel agen, warung kopi dan restoran. Mengapa hal itu  berpengaruh? karena masyarakat saat ini dihimbau oleh pemerintah  agar tidak melakukan kegiatan diluar rumah selama libur pandemi sehingga masyarakat tidak menggunakan waktu liburnya untuk berlibur di berbagai tempat wisata hal itu lah yang menyebabkan sepi atau menurunya pemasukan pegusaha pariwisata tersebut.

Disamping itu ahlak dan taswuf dapat berperan penting  ditengah merebaknya covid 19. Ketika kita mepelajari ahlak dan tasawuf kita diajarkan untuk selalu  bersabar, beriktiar, bedoa serta bertawakal kepadan Tuhan Yang Maha Esa terhadap permasalahan yang terjadi saat ini. Ketika kita dihadapkan oleh masalah, hal yang harus kita lakukan pertama adalah bersabar. Dengan bersabar mengajarkan kita untuk lebih tenang mengahadapi masalah yang terjadi dalam kehidupan kita saat ini. Sebagian orang menganggap bahwa sabar merupakan suatu hal sulit dilakukan, tetapi ketika melakukannya dengan iklas maka hal itu dapat membawa ketenangan pada hati dan pikiran (jiwa).

Lalu bagaimana jika kita tidak dapat bersabar dalam menghadapi masalah yang terjadi dalam kehidupan kita ? maka beberapa hal buruk akan menimpa kita. Sebagai contoh kita tidak bersabar dengan datang nya covid 19, kita ingin terus menerus untuk keluar rumah, melakukan hal-hal yang kurang penting dimana hal atau kegiatan tersebut berada dalam kerumunan masyarakat, maka hal itu dapat menyebabkan berbagai hal yang tidak diinginkan seperti tertular atau terpapar covid 19. Karena kita tidak mengetahui bahwa di dalam kerumunan tersebut ada beberapa orang yang terkena covid 19 sehingga secara tidak langsung kita terpapar virusnya melalui udara atau semacamnya. Namun sebaliknya jika kita bersabar maka kita akan selamat dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti diatas.

Kedua berikhtiar, berikhtiar dalam mengahadapi masalah ini dengan cara bekerja keras, pantang menyerah, & bertanggung jawab. Bekerja keras juga dapat dilakukan dengan  berusaha memberikan pandangan kepada masyarakat bahwasanya covid 19 itu sangat berbahaya, maka dari itu kita wajib mencegah covid 19 agar tidak menyebar luas dengan cara menjaga kebersihan, memakai masker serta rajin mencuci tangan. Selain itu kita diharapkan agar tidak pantang menyerah melawan covid 19, kekhawatiran masyarakat tidak hanya pada kesehatan namun juga perekonomian yang dapat berdampak pada kemiskinan. Namun dengan adanya sikap pantang menyerah diaharpakan masyarakat mampu bangkit dan maju melawan permasalahan ini.

Bertanggung jawab, mengapa kita harus bertanggung jawab? Karena saat pademi ini banyak sekali oknum yang tidak betanggung jawab menyebarkan berita hoax bahkan mencari untung dengan menjual surat keterangan bebas virus corona dimana oknum tersebut menjual disalah satu aplikasi belanja online yang kita kenal sebagai tokopedia serta oknum tersebut mengatasnamakan salah satu rumah sakit untuk melaksungkan aksinya.  hal itu justru membuat masyarakat semangkin tidak tenang dan resah dengan adanya covid 19 ini.

ketiga berdoa, semua umat beragama selalu mengiginkan kesalamatan baik pada dirinya sendiri maupun keselamatan orang disekitarnya. Dengan berdoa mereka berharap selalu dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa. Banyak yang meremehkan berdoa, mereka menganggap bahwa berdoa tidak dapat menyelesaikan masalah terjadi pada kehidupan saat ini. mereka dapat menyelesaikan masalah tersebut tanpa berdoa atau diselesaikan dengan usaha sendiri. Dengan berdoa diaharapkan masalah covid 19 ini dapat segera tuntas dalam kehidupan kita saat ini.

Terakhir bertawakal, tawakal merupakan tahapan akhir setelah kita bersabar, ikhtiar, dan berdoa . selanjutnya yang kita lakukan adalah bertawakal, artinya kita berserah diri sepenuhnya kepada allah dalam mengahadapi atau menunggu suatu hasil akibat suatu keadaan.  Dengan bertawakal diharapkan dapat menghargai usaha yang telah dilakukan.

Indy Nur Sia

Mahasiswa Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: