Menu Tutup

Pentingnya Memilah dan Memilih Organisasi Keagaamaan

Hakikatnya Islam merupakan agama yang Rahmatan Lil Alamin, agama yang mengajarkan pemeluknya senantiasa selalu hidup rukun dalam kehidupan bermasyarakat, menjunjung tinggi nilai-nilai agama, saling menghormati antar sesama dan menjalin ukhuwah Islamiah. Maka sebab itu pemerintah menutut kepada masyarakat indonesia agar hidup rukun dan saling toleran agar terciptanya kehidupan yang baik, saling menghargai perbedaan.

Melihat kondisi di Indonesia yang terdiri dari beranekaragam organisasi Islam bukan hanya NU dan Muhammadiyah tetapi masih banyak organisasi yang ada di Indonesia, maka sebab itu kita dapat memilah dan milih organisasi agama yang tepat dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai norma yang ada dimasyarkat agar tidak terjadinya perbedaan di antara organisasi Islam yang sering terjadi perdebatan dalam kehidupan masyarakat yang majemuk ini, adanya perselisihan dan konflik merupakan hal yang rawan dalam hubungan seagama. Melihat hal itu, maka pemerintah melindungi umat beragama dan menganjurkan untuk hidup rukun pada sesamanya.Untuk itulah interaksi yang baik dalam beragama sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Jumlah yang mayoritas tersebut kemudian dijadikan landasan bagi sejumlah kelompok untuk menuntut diberlakukannya aturan hukum yang berdasarkan syariat Islam. Front Pembela Islam (FPI) adalah salah satu kelompok yang secara intens menuntut diberlakukannya syariat Islam di Indonesia. Lebih jauh lagi, tuntutan FPI untuk memberlakukan syariat Islam di Indonesia dilakukan dengan berbagai cara yang seringkali diikuti dengan aksi-aksi yang melanggar hukum. Mereka sering melakukan razia-razia yang tidak jarang diwarnai oleh aksi-aksi perusakan dan penghancuran terhadap tempat-tempat hiburan yang mereka anggap maksiat, ataupun kantor lembagalembaga tertentu, seperti Komnas HAM, yang mereka anggap tidak cukup representatif untuk mengakomodir aspirasi dan kepentingan mereka sebagai umat Islam.

FPI Sebagai bentuk gerakan fundamentalis radikal berbasis agama yang mengatasnamakan agama Islam untuk radikalisme atau bisa disebut dengan Islam radikal. FPI ini bukanlah komitmen dan tekadnya untuk menegakkan moralitas keislaman dan membasmi kemungkaran (nahi munkar) berbasis pemahaman agama, namun lebih pada aksi-aksi yang mereka lakukan karena menjadikan kekerasan sebagai dasar strategi gerakannya. Sejak awal kelahirannya hingga saat ini, aktivitas-aktivitas FPI banyak menghiasi media massa di Indonesia karena kekerasan yang dilakukannya.

Walaupun mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, namun masyarakat Indonesia tidak sepenuhnya menganut nilai dan norma agama Islam dalam bertingkah laku. Pada tingkat ekstrim, FPI menganggap nilai-nilai yang dianutnya adalah benar. Bahkan, secara terang-terangan mereka melakukan perlawanan terhadap nilai dan norma yang bertentangan dengan mereka. Yang membuat ia menjadi radikal adalah ketika cita-cita bagi terlaksananya kehidupan seperti itu ditempuh dengan menggunakan kekerasan dan cara-cara yang drastis. Kekerasan dan cara-cara drastis itu kadang-kadang menimbulkan ketakutan pada diri banyak orang serta dapat pula mengganggu stabilitas suatu negara.

Fenomena kekerasan agama, sebagaimana ditunjukkan dalam berbagai aksi FPI, adalah fenomena kekerasan yang lazim muncul dalam ranah-ranah kehidupan manusia yang lain. Hanya saja fenomena ini menjadi luar biasa karena agama dijadikan landasan dari aksi kekerasan, sementara setiap pemeluk agama meyakini bahwa agama adalah sumber harmoni, kedamaian dan ketentraman dalam hidup.

Sebenarnya tidak ada salahnya FPI mencanangkan visi amar ma’ruf nahi munkar, lalu merancang segala macam aktifitas sebagai misi dalam rangka menyukseskan visi dimaksud. Setiap muslim hakikatnya memiliki kewajiban yang sama untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar ini. Namun strategi pemaksaan dan kekerasan yang dilakukan oleh FPI kiranya perlu direvisi dan ditelaah kembali sehingga ditemukan formula aksi yang tepat dalam amar ma’ruf nahi munkar ini, tanpa harus melibatkan kekerasan. Dalam banyak ayat al-Qur’an dan beberapa Hadis telah disebut bahwa tugas seorang muslim kepada muslim yang lain adalah ‘saling mengingatkan, saling bekerja sama, saling menasehati, tanpa harus memaksakan hasil, apalagi dengan kekerasan, karena bahkan Nabi pun menyatakan bahwa yang bisa dilakukannya hanyalah mengajak dan memperingatkan, sementara hidayah dan keterbukaan hati adalah hak preogratif Allah. Untuk bisa ,saling mengingatkan, saling menasehati, dan saling bekerja sama tentunya diperlukan kematangan dalam beragama, khususnya kematangan emosional, kematangan intelektual dan kematangan sosial sebagaimana dipaparkan di atas.

Dalam konteks ini, evaluasi kembali terhadap perilaku-perilaku kekerasan yang menunjukkan hilangnya kontrol emosional, kurangnya wawasan intelektual, dan rendahnya kualitas hubungan sosial harus segera dilakukan. Selain merugikan dalam konteks kehidupan sosial bersama, model keberagamaan sebagaimana dikembangkan oleh FPI ini sering kali justru kontraproduktif dengan ideal-ideal yang dicanangkan sendiri oleh FPI sejak awal. Strategi kekerasan yang dikembangkan oleh FPI seringkali justru melahirkan stigma-stigma negatif, tidak hanya terhadap FPI namun juga terhadap Islam sendiri. Mode-mode kekerasan sebagaimana dikembangkan oleh FPI ini dijadikan dasar argumentasi oleh mereka yang memusuhi Islam sebagai bukti bahwa Islam memang agama yang mendukung kekerasan.

Jadi sehingga akibat dari kasus-kasus yang menyimpang dan berdampak dapat memecah kedaulatan Negara akhirnya FPI resmi dibubar oleh pemerintah serta segala aktifitas FPI sekarang dilarang di NKRI.

Maka oleh karena itu penting bagi kita untuk bisa memilih organisasi agama yang tepat agar memberikan dampak yang positif bagi diri sendiri dan sekitarnya serta bermanfaat dan tidak merugikan pihak manapun. Jika organisasi agama tersebut memberikan dampak positif dan banyak manfaat akan sangat mudah diterima dan didukung oleh masyarakat.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: