Membahagiakan Keluarga dalam Pandemi Corona

Semenjak organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebutkan bahwa Covid-19 ini merupakan pandemi berskala global, banyak sekali sistem kehidupan masyarakat yang berubah. Mulai dari sistem pekerjaan sampai kegiatan belajar mengajar, baik di tingkat sekolah maupun kampus.

Setelah ditetapkannya kebijakan Work From Home (WFH) oleh pemerintah 19 Maret 2020 dan dimutakhiri kedua kalinya pada 3 April 2020 lalu, banyak para pekerja yang mulai membiasakan diri untuk bekerja dari dalam rumah, kecuali bagi sebagian orang yang pekerjaannya terpaksa harus keluar rumah.

Sedangkan kegiatan belajar mengajar kini telah menggunakan media online yang sebagian besar siswa maupun mahasiswa sudah memilikinya. Mulai dari media yang berbasis teks seperti WhatsApp Group, Telegram, Google Classroom sampai media yang bisa melakukan tatap muka secara langsung (Streaming) seperti Google Meet, Zoom ataupun Webex Meeting.

Banyak sekali yang mengeluhkan terkait kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tersebut. Kebanyakan karena belum terbiasa dan sebagian lagi karena fasilitas untuk melakukan WFH maupun belajar daring yang terbatas.

Di sisi lain kebijakan Work from Home (WFH) dan kegiatan belajar mengajar secara daring ini bisa jadi memiliki dampak poitif terhadap keharmonisan keluarga. Karena semua anggota keluarga mau atau tidak mau akan banyak beraktiftas dan sering bertemu di dalam rumah. Ayah, Ibu yang menjalankan WFH dan juga adik maupun kakak yang menjalani kegiatan belajar mengajar secara daring.

Banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan selama pandemi Covid-19 ini berlangsung. Bisa sekedar ngobrol santai, memainkan suatu permainan, senam, dan lain-lain.

Bermain Permainan Papan

Selain menyenangkan, suatu permainan juga memiliki banyak manfaat bagi anak. Sebut saja permainan Monopoli yang sangat terkenal di dunia itu. Manfaat monopoli diantaranya dapat meningkatkan interaksi sosial,  mengenalkan pelajaran hidup, mengatur keuangan dengan bijak, mengasah keterampilan mengatur strategi, kecerdasan, bernegosiasi dan kemampuan memecahkan masalah.

Selain Monopoli, masih banyak lagi permainan yang bisa dilakukan bersama keluarga seperti Ludo, Dam, Ular-tangga, Catur dan lain sebagainya.

Senam bersama

Menjaga kesehatan pada masa pandemi seperti saat ini merupakan suatu keharusan bagi setiap orang, karena tubuh yang sehat akan memiliki daya tahan yang kuat dan dapat menangkal berbagai macam penyakit maupun virus, termasuk virus corona.

Salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan adalah melakukan senam. Senam adalah suatu pilihan yang tepat untuk dilakukan, karena senam tidak harus keluar rumah, bisa dilakukan di depan teras atau di kebun belakang rumah. Hanya bermodal sound kecil dan menunjuk salah seorang sebagai leader, senam sudah bisa dilakukan bersama-sama oleh seluruh anggota keluarga.

Senam yang bisa menjadi alternatif pilihan diantaranya Senam Poco-poco, Senam SKJ, Senam Sajojo, senam pramuka, senamYamko rambe yamko dan lain sebagainya.

Berbagi cerita

Kunci suksesnya suatu hubungan adalah adanya saling keterbukaan antara satu orang dengan yang lain. Hal ini juga berlaku dalam sebuah keluarga. Maka akan menjadi hal yang sangat penting untuk menyempatkan waktu berkumpul bersama, hanya untuk sekedar berbicang-bincang santai. Perbincanga ini sifatnya dua arah, antara orang tua dengan anak, atau antara kakak dengan adik. Jadi, dalam hal ini tidak ada yang merasa tergurui maupun menggurui.

Anak dapat menceritakan masalah-masalah dihadapinya, dan orang tua sebagai orang yang lebih berpengalaman dapat memberikan nasehat-nasehat tentang berbagai hal. Seperti dalam hal ekonomi, percintaan, dan lain sebagainya.

Kegiatan lain

Selain kegiatan-kegiatan yang disebutkan di atas, masih banyak lagi kegiatan yang dapat dilakukan bersama sama keluarga. Antara lain: Memasak, berkebun, meneropong bintang, menonton film atau drama, bersih bersih rumah, mengecat rumah, melihat-lihat album kenangan, bermain PlayStation, mengaji, karaoke , melakukan kontemplasi (renungan), bermain musik dan masih banyak lainnya.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersama-sama anggota keluarga tersebut selain dapat meningkatkan keharmonisan keluarga juga dapat menghilangkan rasa jenuh di dalam rumah selama menunggu pandemi berakhir.

Gilang Difa Nur Rochim

Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam; Fakultas Syari'ah dan Hukum ; UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: