Menu Tutup

Memahami Hadis Khoirul Qurun dalam Perspektif Sosiologis

Penulis : Septiana Melala Gayo

Rasulullah saw. pernah bersabda, yang artinya:

“Telah diberitahu kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Syuja bin Makhlad dan lafaz milik Abu Bakr, dia berkata; Telah diberitahu kepada kami Husain yaitu Ibnu Ali Al-Ju’fi dari Za’idah dari As-Suddi dari Abdullah bin Al-Bahi dari Aisyah berkata: Seseorang bertanya kepada Nabi saw.; Siapakah sebaik-baik manusia? Kemudian  beliau menjawab pertanyaan tersebut: “Sebaik-baik manusia ialah  generasi saat aku di masanya, kemudian generasi kedua, dan generasi ketiga.” (https://carihadis.com/Shahih_Muslim/4604).

Bermula dari definisi “sosiologi menurut Profesor Dr. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, SH., Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tatanan sosial dan proses sosial, termasuk pembahasan tentang perubahan sosial yaitu norma atau norma sosial, sistem sosial, kelompok, golongan. Semua aspek kehidupan politik, kehidupan hukum Hubungan sosial dan timbal balik dengan kehidupan beragama, kehidupan beragama dan kehidupan ekonomi, dll.” (Bab 1, n.d.). “Secara fundamental, Sosiologi menurut Amir B. Marvasti adalah ilmu sosial yang menggali kompleksitas kehidupan manusia berdasarkan pengalaman” (Nurdin, 2004).

Kehidupan sosial umat Islam tentu saja berlandaskan dari perbuatan, perkataan serta ketetapan dari Rasulullah saw. sebagai tauladan. Tokoh sekaligus panutan tersebut ialah manusia biasa yang diutus oleh Allah swt. menjadi kekasih-Nya, sama saja seperti kita manusia yang terikat oleh ruang dan waktu. Di masa lalu tentu saja ada hal-hal yang terbentuk dari kontruksi sosial yang melatarbelakangi adanya sebuah hadis atau yang biasa dikenal dengan sebutan asbabul wurud. Para sahabat pun menyaksikan atau mendengarkan langsusng peristiwa itu. Berdasarkan sejarah, Rasulullah saw. dan para sahabat berhasil menguasai daerah-daerah di jazirah Arab dalam penyebaran agama Islam. Perkembangan tersebut terjadi  sangat pesat sehingga membawa pengaruh terhadap perubahan sosial masyarakat. Sebagaimana firman Allah swt. pada QS. Ar-Ra’d ayat 11 yang artinya : “Sungguh, Allah swt. tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri”.

“Dalam 23 tahun, Rasulullah saw. menyebarkan dakwah Islam; menerima, menyampaikan dan menafsirkan ayat-ayat Alquran; menjadi petunjuk jalan bagi sahabat; ia juga berperan sebagai hakim dan bertanggung jawab mengadili berbagai permasalahan umat. Ia juga menjabat sebagai kepala negara dan pemimpin masyarakat yang heterogen. Rasul saw.  mengatur dan menetapkan sistem hukum untuk mempersatukan umat Islam, Kristen dan Yahudi, mengatur ekonomi, dan masalah lain yang berkaitan dengan masalah sosial” (Sunardi, 2019). “Sahabat Rasulullah adalah orang yang paling dekat dan sungguh mulia berada di sisi Rasulullah saw. Bahkan mereka termasuk orang yang paling semangat beribadah sepanjang hari dan sepanjang malam” (Taufik Alkhotob, 2018).

Jika dikaitkan dengan hukum, maka “hadis tentang khairul qurun tersebut menjelaskan bahwa perubahan sosial berhubungan dengan amaliah, di mana ada pada masa sahabat, tapi belum ada pada masa Rasulullah saw. hidup. Begitu juga akibat perubahan sosial terdapat permasalahan, lalu ditetapkan hukumnya di masa tabi’in, tapi dijumpai pada masa Rasulullah saw. dan sahabat hidup. Hadis khair al-qurun menunjukkan bahwa perubahan sosial tidak dapat dielakkan, sebab perubahan struktur sosial dan perubahan itu dari sistem kelompok masyarakat tertentu. Kemaslahatn umum bersifat dinamis dan fleksibel yang berkaitan dengan perubahan sosial, yang merupakan diantara ciri-ciri dinamis seperti ketetapan Rasulullah saw. atas sebaik-baik tiga masa atau generasi. Perubahan sosial akan mempengaruhi ide dan nilai yang ada di masyarakat. Hukum dan perubahan sangat berkaitan dengan bagaimana pemahaman dan interpretasi atas nash-nash dan kemudian memperhatikan realitas sosial” (Nasution & Hasbi, 2018).

REFERENCE

Bab 1. (n.d.). BAB. 1 SOSIOLOGI INDUSTRI A. Pengertian Sosiologi. 1–241.

Nasution, I., & Hasbi, R. (2018). Hadis “Khair Al-Qurun” Dan Perubahan Sosial Dalam Dinamika Hukum. Jurnal Ushuluddin, 26(1), 69. https://doi.org/10.24014/jush.v26i1.4042

Nurdin, D. A. (2004). Sosiologi Organisasi: Pengertian, Sejarah Lahirnya, Ruang Lingkup, Manfaat dan Metode Penelitian. Sosiologi Organisasi, 1–36.

Sunardi, D. (2019). Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Surakarta. Industri.Ums.Ac.Id, 82–94. https://www.industri.ums.ac.id/

Taufik Alkhotob, I. (2018). Kaderisasi Pada Masa Rasulullah. Jurnal Da’wah: Risalah Merintis, Da’wah Melanjutkan, 1(01), 35–63. https://doi.org/10.38214/jurnaldawahstidnatsir.v1i01.4

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: