Kursus Pra Nikah Dahulu Sebelum Bahagia

Nikah merupakan suatu akad suami isteri yang sah yang menjadikan adanya akibat hukum dan hak serta kewajiban bagi suami isteri. Hubungan antara seorang laki-laki dan wanita merupakan tuntutan yang telah diciptakan oleh Alah dan untuk menghalalkan hubungan ini maka disyariatkanlah akad nikah.

Pernikahan merupakan cara yang ditetapkan oleh allah untuk memberikan generasi selanjutnya sebagai bagian dari sunnah nabi. Manusia merupakan makhluk allah yang diciptakan paling berbeda dengan yang lainnya. Terlebih lagi ketika sudah menyangkut akal dan naluri yang dipunyai manusia. Oleh karena allah swt tidak menjadikan manusia selayaknya makhluk lainnya, maka allah swt menjaga kehormatan manusia dengan cara melaksanakan nikah.

Dalam pandangan masyarakat pada umumnya jika dilihat dari tingkat penting atau tidaknya, sudah pasti merupakan sebuah hal yang sangat penting sekali. Hal itu juga didukung dengan pandangan masyarakat yang sudah tertanam dalam pikirannya melalui berbagai sumber. Misalnya saja yang berasal dari sudut pandang agama Islam yang dijelaskan dalam ayat al-Qur’an surat an-Nisa ayat 3. Ayat tersebut secara eksplisit menganjurkan untuk menikah walaupun tidak dijelaskan secara gamblang karena ayat tersebut lebih menjelaskan ketentuan dalam berpoligami. Dalam ayat tersebut menerangkan sikap dan etika yang harus dimiliki oleh orang-orang yang memelihara anak yatim. Apabila seseorang memelihara anak yatim dan tidak bisa berlaku adil kepadanya yaitu enggan untuk memberikan mahar pada anak yatim itu karena anak asuhannya, maka sebaiknya tidak menikah dengan anak yatim tersebut. Akan tetapi akan lebih baik menikah dengan perempuan lain yang ia bisa berlaku adil terhadapnya. 

Tidak jarang juga banyak orang yang akan mengejek temannya yang belum menikah ketika sudah memasuki usia nikah. Hal itu menunjukkan begitu pentingnya arti sebuah pernikahan. Namun tak jarang juga ada beberapa orang yang menunda bahkan enggan untuk menikah dikarenakan beberapa hal salah satu diantaranya misalnya muncul perkataan  ”saya ingin fokus karir dulu”, “saya ingin fokus ke dunia pendidikan terebih dahulu , dan lain sebagainya.

Kondisi dan keadaan yang dialami beberapa orang memang  berbeda-beda. Hal ini yang sering menjadi bahan pertimbangan untuk melangsungkan pernikahan. Bisa jadi secara ekonomi sudah mampu untuk melangsungkan pernikahan tetapi secara mental belum siap untuk mengarungi kehidupan rumah tangga yang akan dihadapinya. Bisa juga secara mental sudah siap untuk menikah namun secara ekonomi belum mampu. Bahkan ada yang secara mental dan ekonomi belum mampu. Tetapi sejatinya hal yang perlu dipersiapkan untuk melangsungkan akad nikah dan mengarungi kehidupan rumah tangga tidak serta merta hanya secara ekonomi dan mental saja, masih banyak hal lain juga yang perlu dipersiapkan dan mendukung untuk itu semua. Selain itu semua bagi para calon pasangan yang akan menikah tentunya harus mematuhi aturan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia yaitu Undang-Undang No 1 Tahun 1974 tentang perkawinan.

Dalam perkembangannya sekarang saat ini Kementerian Agama memprogramakan  kursus pra nikah yang ditetapkan melalui peraturan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Nomor DJ.III/542 Tahun 2013.[1] Mungkin hal ini bisa menjadi solusi akan ketidaksiapan para calon pasangan yang akan melangsungkan perkawinan. Apa itu kursus pra nikah? Kursus pra nikah adalah kegiatan pembinaan pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan penumbuhan kesadaran bagi calon pengantin sebelum menjalankan kehidupan pernikhannya nanti. Setelah menyelesaikan semua materi pembinaan dalam waktu tertentu, calon pasangan akan mendapatkan sertifikat pra nikah sebagai rekomendasi layak untuk melangsungkan perkawinan yang sah menurut agama. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman  konsep dalam sebuah pernikahan sebagaimana semestinya.

Selain itu kursus pra nikah ini juga untuk mengurangi angka perceraian yang setiap tahunnya meningkat. Harapannya setelah mengikuti kursus pra nikah ini bisa melaksanakan kewajiban, mendapatkan hak yang diperoleh oleh masing-masing calon pasangan dan menghambat terjadinya keretakan rumah tangga yang berujung pada perceraian. Setelah mengikuti kursus pra nikah ini maka calon pasangan akan mendapatkan sertifikat yang nantinya akan membantunya ketika mendaftarkan diri untuk melangsungkan akad dan dicatatkan. Namun yang sangat disayangkan tidak semua calon pasangan yang akan menikah bisa mengikutinya dikarenakan terhambat oleh waktu yang terbatas. Dalam arti calon pasangan tidak mempunyai banyak waktu untuk mengikuti karena pada siang hari mereka bekerja. Ditambah lagi kegiatan kursus pra nikah ini juga masih bersifat anjuran saja belum menjadi sesuatu yang harus dilakukan oleh setiap warga negara Indonesia yang akan menikah.

Semoga dengan adanya kursus pra nikah ini menjadikan calon pasangan yag akan menikah memiliki bekal yang cukup untuk membangun rumah tagganya secara biologis, psikologis maupun secara sosial. Hal tersebut sangat dianjurkan sekali dalam agama islam untuk membangun rumah tangga yang kuat dan menghidari tidak ada bekal sama sekali untuk melakukan sebuah pernikahan dengan tujuan sakinah,mawaddah dan warahmah yang juga dijelaskan di beberapa nas.


     [1] Lutfi Hakim, Muhammad. Kursus Pra Nikah:Konsep dan Implementasinya, (Pontianak: Al-‘ADALAH Vol. XIII, No.2) hlm 143

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: